DO’A MUSTAJABAH

DO’A MUSTAJABAH

Bism021-h

Seorang muslim diajarkan untuk selalu memohon do’a, meski dalam keadaan lapang atau sempit, hal ini sebagai upaya ketaqwaan dan ke imanan kita ke hadirat Alloh s.w.t.

DO'A 14

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Doa adalah senjata orang mukmin, pilar agama, dan cahaya bagi langit dan bumi.”

Kekuatan dan keampuhan do’a pun tidak perlu diragukan lagi, sebab apa pun yang kita panjatkan, selama tidak untuk kejahatan dan pemutusan silaturahmi, dengan keyakinan pasti cepat atau lambat akan dikabulkan oleh Allah jika dilakukan dengan benar dan tepat sesuai dengan tuntunan Rasulullah Muhammad s.a.w. sebab itu merupakan janji Allah kepada kita sebagai hambaNya. Saat kita berdo’a seyogyanya tidak boleh ragu-ragu dengan hati yang ihlas mengharap dikabulkanya permohonan tersebut, dengan betul-betul merendah atau ndepe-ndepe seakan Alloh hadir dihadapan kita. Do’a boleh diucapkan dengan bahasa kita yang mudah dan disampaikan berulang-ulang, lebih baik juga di iringi atau dibaca sebelumnya bacaan do’a sesuai tuntunan Rosululloh Muhamad s.a.w.

“Setiap hamba yang berdo’a kepada Allah, pastilah do’anya itu dikabulkan, atau Allah menjauhkannya dari kejahatan, selama ia berdo’a memohon sesuatu yang tidak membawa kepada dosa atau memutuskan silaturahmi.” (H.R. at-Tirmizi)

“Tidaklah seorang muslim yang berdo’a dengan do’a yang tidak mengandung kejahatan dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya satu dari tiga hal :

(1) pengabulan do’anya dipercepat;

(2) pengabulan doanya diakhirkan di akhirat;

(3) ia akan dihindarkan dari kejelekan yang semisal.” (H.R. Ahmad)

Sebagai manusia, sudah sewajarnya kita ingin agar do’a kita senantiasa dikabulkan secepatnya oleh Allah. Do’a yang demikian dinamakan do’a yang mustajabah atau do’a yang segera / langsung dikabulkan oleh Allah, tanpa harus tertunda lagi.

DO'A 7

Berikut diterangkan ada 10 macam golongan orang yang do’anya mustajab:

  1. Do’a seorang muslim terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya (H.R. Muslim)
  2. Do’a orang yang banyak berdoa (H.R. Tirmizi)
  3. Do’a orang yang teraniaya (H.R. Muslim)
  4. Do’a orang tua kepada anaknya (H.R. Abu Daud)
  5. Do’a seorang musafir (H.R. Abu Daud)
  6. Do’a orang yang berpuasa (H.R. al-Baihaqi)
  7. Do’a orang dalam keadaan terpaksa / terjepit keadaan (Q.S. an-Naml [27]:62)
  8. Do’a anak yang berbakti kepada orang tuanya (H.R. al-Bazzar)
  9. Do’a pemimpin yang adil (H.R. al-Baihaqi)
  10. Do’a orang yang bertobat (Q.S. an-Nisa’ [4]:110)

DO'A 6

Sedangkan berikut ini adalah lokasi atau tempat dimana do’a yang kita baca di sana akan mustajab:

  • Ka’bah (H.R. Thabrani)
  • Multazam (H.R. Thabrani)
  • Masjid Agung (Masjidil Haram, Masjid Nabawi, Masjidil Aqsha)
  • Antara Bukit Shafa dan Marwa (H.R. Muslim)
  • Raudhah, Masjid Nabawi, setelah menunaikan shalat dua raka’at
  • Di belakang Maqam Ibrahim
  • Di Padang Arafah, ketika wukuf

madina_sunsit_800_600.jpg

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s