Ilmu Ghoib Asmaaul Husna

Image asmaaulhusna

 

Asma Alloh

Alloh

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MUQODDIMAH

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismilahirrohmanirrohim,

Alhamdulilah, segala puji kita panjatkan kepada Alloh S.w.t. hati kita jiwa kita harus selalu pasrah kepadaNya, kita sebagai hamba yang lemah, hanya Alloh yang Maha perkasa lagi pengasih, dan yang Maha segalanya. Sholawat dan salam selalu kita tujukan pada Habiballoh Rosululloh yang kita cintai.

Mengawali paparan blog kami disini kami sampaikan tentang ” Asmaaul Husna”  sesuai dengan judul blog kami diatas. Asmaaul Husna adalah nama-nama Alloh yang Agung yang paling baik dan sempurna sesuai dengan sifat-sifatNya., sedangkan jumlahnya ada 99 nama Alloh dan disini kami menyampaikan tentang hakekat ” ILMU GHOIB ASMAAUL HUSNA “. Berikut kami sampaikan juga tentang penjelasan  fadlilah dan khasiyat-khasiyatnya.

Pada Dasarnya amalan secara umum yang kita pelajari menitik beratkan pada perintah untuk selalu mengingat atau memuji kepadaNya. Sebagaimana Firman Alloh : “ Yaa Ayyuhal ladzina amaanud kurulloaha dzikron katsiroo “ artinya : Wahai orang-orang yang beriman berdzikirlah                ( dengan menyebut nama ) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya.

Ayat ini ditujukan orang yang beriman, kalau kita mengamalkan dzikir otomatis dan Yaqin sudah masuk golongan orang yang ber-Iman, dan itu tergantung pada pribadi kita masing-masing. Jika ingin menjadi insan yang ber-Iman maka jangan tinggalkan Dzikrulloh.

Dzikrulloh adalah ucapan lisan atau bathin kita, yang dibarengi dengan perasaan, penghayatan terhadap Dzat Ruh Alloh, dimana keberadaanya selalu meliputi jasmani dan rohaninya manusia…………

Sebelum kita melangkah lebih jauh perlu difahami, dimengerti, dihayati amalan bacaan Asmaaul Husna ini sangat baik untuk diamalkan oleh kita semua dengan maksud dan tujuan yang sangat luas sesuai dengan niat kita. Pada dasarnya semua amal ibadah kita tergantung dari niat atau kethek krenthek hati ( Qolbu kita ) sesuai dawuhNya ” Innamal a’malu binniyat “.  Karena hati kita, jiwa kita pikiran kita, harus kita sugestikan dengan salah satu fokus melalui kehebatan, kemahakuasaan, keghoiban dari asma-asma Alloh tersebut. Kita harus yaqin seyakin-yakinnya dalam lubuk hati yang paling dalam yakni Haqqul Yaqin. Bahwa semua sifat-sifat asma atau nama-nama Alloh tersebut menggambarkan hakekat Maha segala-galanya, yang maha membuat, yang maha menguasai alam semesta baik yang ghoib maupun nyata, yang menghidupi/mematikan  semua  makhlunya, yang menguasai sifat lahir bathinya makhluk hidup, dan seterusnya. Disamping itu disebutkan dalam hadist Rosululloh saw. beliau bersabda : ” Bahwasanya Alloh mempunyai  99 nama (Asmaa), yakni seratus kurang satu, Barang siapa menghafalnya (menyebut diluar kepala ) niscaya akan dimasukkan kedalam Surga ” (HR Imam Buchory ra.). Ini adalah janji Alloh yang diterangkan dalam hadist Rosululloh Muhammad Saw. Kita sebagai muslim harus mempercayainya dan karena  Asmaaul husna berarti sekaligus berfungsi sebagai do’a yang mustajab dan seyogyanya disesuaikan dengan makna atau sifat-sifat Alloh tersebut, sehingga pas atau klop dengan kebutuhan atau hajat kita.

MATERI UTAMA

Pada pembelajaran topik utama kami kali ini difokuskan pada ILMU GHOIB ASMAA UL HUSNA dan sekaligus berkaitan dengan  ILMU KHAROMAH. ini merupakan perwujudan gabungan beberapa asmaa, yang diawali, Syahadat, Wasilah / Fatekah,  Istigfar,  Tasbih, Surat Iqro’, Asamaa ul Husnaa,  At Tabari, Sholawat dan Nur Kharomah Auliya’ulloh Kabir. Ayat suci Al Qur.an, Asma dan Bacaan tersebut memiliki Daya dan kekutan Ghaib yang selalu diikuti dan dijaga keberadaanya oleh para Malaikatulloh.

Maka berupayalah untuk mengamalkan dengan niat yang sungguh-sungguh, ihlas lahir bathin, yaqin ( jangan ragu –ragu / was-was ) Insya Alloh kita akan merasakan buahnya dan keajaiban-keajaiban akan muncul pada diri kita. Tanamkanlah perasaa Yaqin yang sedalam-dalamya niscaya atas Ridlo Alloh dan Bi Qudrotillah, Wa Bi Inayatilah, Wa Bi Barokatillaah, Wa Bi Barokati Rosul-lilaah apa yang kita munajatkan dikabulkan Alloh S.w.t. Amiiin

Semoga dengan belajar dan mengamalkan ilmu ini membawa hidup kita penuh limpahan Rohmat, Inayah, hidayah Alloh sehingga kita selalu tergolong sebagai Insan ahli Dzirulloh dan tentunya Atas RidloNya. Amiin

1

ILMU GHOIB ASMAA UL HUSNA ( DAN ILMU KHAROMAH )

NIAT PUASA :

BISMILAAHIRROHMANIRROHIIM

NIAT INGSUN POSO ILMU GHOIB ASMAA UL HUSNA (LAN ILMU  KHAROMAH * ) KRONO ALLOH TA’ALA

TATA CARA / PETUNJUK  :

1. Suci dari hadas, pada saat mulai puasa mandi besar dahulu.

2. Puasa 3 hari dimulai hari selasa kliwon / hari lain yang tidak naas

3. Diamalkan mulai hari puasa pertama pada malam hari jam 12,00 wib

4. Melaksanakan Sholat malam : a. Sholat taubat, dan Hajat,  b. Dzikir : La illa ha illalloh  120x, Ya Alloh 66x  c. dan Dzikir amalan yang di Riyadhohi

 

5. Pada Selesai Sholat Fardlu :  Setelah Magrib, Subuh, Isya dan Asar ( kalau ada kesempatan ) Dzikir LA ILLA HA ILLALOH  tak boleh ditinggalkan.

6. Harus Yaqin bahwa Alloh mengabulkan, harus percaya bahwa hakekat kekutan milik Alloh, dan selalu pasrah atau depe 2 kepadaNya.

7. Konsentrasi memusatkan pikiran dan perasaan dengan bathin Siri ingat pada Alloh dan membuang pikiran yang ruwet.

8. Meninggalkan hal-hal atau kegiatan yang menimbulkan dosa atau betul-betul menjahui larangan Alloh dan suka menolong pada sesama baik mendapat imbalan jasa ataupun tidak.

9. Berupaya mengendalikan nafsu, baik yang melalui panca indra maupun anggota badan lainnya juga dari akal fikiran kita.

10. Tidak mudah emosi atau pemarah, tidak sombong / takabur, riya’ / pamer menghilangkan sifat dengki, jahil, usil, rakus, tamak, su’udon pada sesama, dan dengan kata lain bel;ajar membersihkan hati dari sifat ghilin ( tercela ) dan menghiasi nya dengan alhlakul karimah atau sifat – sifat yang terpuji

11. Selalu sabar, tawakal, beryukur akan nikmat yang kita terima dan banyak tafakur dengan hati SIRRI ( dikir pada Alloh )

2

DZIKIR DAN DO’A

1.  Dzikir Awal   :

Sesudah sholat, Dzikir Rutinitas sebagai kaum muslim pada umumnya,

Dan Hadiah Surat Fatekah *) dapat dilihat dibawah

2.  Dzikir iringan  :

a.  Istigfar 7 x,  Tasbih 10 X

b.  Surat Ihlas  3x, Falaq 3x, Annas 3x,

3.  Dzikir INTI Riyadhoh :

Asmaa’ul husna dan Haromah dengan methode Pernafasan Tenaga Dalam

a.  Baca  Syhadat 1 x, Fatekah 1x, Sholawat 1x

b.  Amalan yang dibaca :

A. Bismilahirrohmanirrohiim

DOA Muqodimah :

Yaa Alloh Ya Robbi, Sarono kehagungan, Rohmat lan Ridlo

Panjenengan, Ingsun nyuwun kekiyatan, keajaiban lan

Barokahipun Asmaa Ul Husna supados melebet lan manunggal ing Jasmani lan Rohani kawulo. 1 x

Nawaitu Taqorruban Illallooh, Walilaahil asmaa’ul husna Fadhuhu biha  1 x

Huwallohulladzi La ilaaha illa huwar Rohmaanur Rohiim,………(… memilih lafal Asmaa ul husna  99 asma Alloh >>umpama As salaam dan sebagainya ) 1x

Pilihan bacaan asma ul husna sesuai yang dikehendaki, berikut fadhilah, keutamaan jumlah dzikir yang harus dibaca dapat disimak selanjutnya

B. BACAAN TAWASUL ROSULLULLOH :

Ya Alloh ingsun Tawasul dumateng Kanjeng Nabi  Muhamad S.a.w. supados maqbul

panuwun kawulo atas Ridlonipun Panjenengan. 1 x               

C. BACAAN MOHON BAROKAH ATAU KHAROMAH :

Allohumma Qodi Jami’al hajaati mim barookati Sayyidina Sheh Abdul Qodir Jaelani, wali songo, Wa jami’il Wali yulloh. Ya Alloh ingsun nyuwun Kharomah … 3x, 7x, 41  x

D.  Baca Sholawat Nabi 21 x,

E.   Di tutup DO’A :

Al hamdulilaahi robbil a’lamin 8 x

BACAAN PENUNJANG :

Agar supaya amalan yang kita pelajari maqbul, supaya dalam belajar ilmu agama apa saja ( ilmu syariat, hakekat, tasawuf dll ) dan ilmu pengetahuan lainnya sehingga kita selalu  mendapat ilham ruhi, nur hidayah Alloh, mudah menghafal / faham serta dalam hidayah, Ridlo dan RohmatNya.

Bismilahirrohmanirrohiim

Baca 1 x dengan Niat : Ya Alloh Sarono Barokahipun Surat Iqro’

Ingsun Nyuwun Nur hidayah, kecerdasan, kefahaman lan doyo

eleng dateng ilmu panjenengan, Supados bermanfaat wonten

donyo ngantos akherat. 1 x

- Baca Surat Iqro’ cukup 5 Ayat….. 7 x

4.  Methode Pernafasan :

Ø  Tarik nafas baca siri ismu dzat : Alloooooooh (bacaan panjang ) kira – kira 7 hitungan dan baca asma yg. diwirid …….. 1 x, dengan niat menarik kekuatan Alloh

Ø  Menahan nafas dengan membaca asma / do’a yang diwirid ……..  3 / 7 x ditutup bacaan La haula wala Quwwata illaa bilaahil aliiyyil adhiim 1 x, dengan niat memasukkan kekuatan di bathin

Ø  Mengeluarkan nafas sambil  membaca La ilaaha illalloooooooh (bacaan panjang 1 x  dan baca asma yang diwirid …….. 1 x / 3x  dengan niat menyalurkan kekuatan keseluruh badan / tubuh jasmani

Ø  Tehnik ini silahkan di ulang-ulang minim 7x dengan istiqomah tentunya.

Ø  Kalau badan sakit jangan terlalu banyak pernafasannya dan usahakan penyembuhan untuk anggota badan yang sakit itu dulu ( methodenya akan disampaikan kemudian )

TANBIH / CATATAN :

  • Dikerjakan pada saat selesai membaca masing –  masing  Amalan,
  • Memilih tempat yang suci, tidak bising dan tidak terganggu.
  • Menghadap kiblat dan Posisi bersila badan tegak lurus, wajah  kedepan, mata boleh  terbuka / tertutup
  • Sekali lagi harus penuh konsentrasi, perasaan,    penghayatan  Ingat  ALLOH, Artinya dalam gerak nafas,  rasa, dan Dzikir / membaca  lafalnya seiring sejalan – gabung jadi satu.
  • Pakaian dilonggarkan, Jangan tergesa-gesa pernafasannya, nafas  Teratur, tidak tersendat,  santai, tumu’ninah dan pusatkan  perhatian  angan 2 / pikiran di kalbu ( hati  )
  • Ingat Qiblat Konsentrasi, pikiran kita adalah di Qolbu yang paling Dalam yang suci dari nafsu syaithoniah, nafsu angka murka, dan kotoran 2 bathin lainnya.
  • Fadilah, keutamaan dan Penggunaan,  serta PETUNJUK UNTUK PENGOBATAN dan BELADIRI Tenaga dalam Inti prana suci Insya Alloh akan disampaikan kemudian.

BACAAN Hadiah Fatikah / Wasilah Fatikah *)

  • Ila hadroti  Nabiyyi Mustofa Muhammdin S a w Syaiu lillahi lahumul Fatikah ( Baca S Fatikah 1 X )
  • Ila hadroti Arwaahi jamii’il Anbiya’ wal mursalin alaihimus sholatu wasalamu syaiu lilaahi lahumul Fatikah. ( Baca S Fatikah 1 X )
  • Ila hadroti Arwahi jami’il askhabi wa ahli baitin nabiyyi thohirina Rodliyallohu anhum syaiu lilaahi lahumul Fatikah.( Baca  Fatikah 1 X )
  • Ila hadroti Arwahi jami’il auliya’,  wal ulama’,  Wasy syuhadak,  wash sholihin, wali jami’il muslimina wal muslimat, wal mukminina wal mukminat, aenama kanu mim masyarikil ardli ila ma ghoribihaa barriha fi bahriha. Khususon Sayyina Sheh Abdul Qodir al Jaelani, Sheh Maulana Ibrohim Asmoro Qondi, lan Poro Wali Songo. Syaiu lilaahi lahumul Fatikah.
  • Ila hadroti Sayidina Jibril, Mikail, Isrofil, Izroil,  alaihimus sholatu wasalamu syaiu lilaahi lahumul Fatikah
  • Ila hadroti Ruhi Sheh Muhtar Mu’thi,Wa Ky Abdul Ghofur, Wa Abah Ali,   Wa Ustad Widotomo Alfatihah 1x, 3x, 7x,
  • Ila hadroti Jamiil ahli kubur Alfatihah 1x / 3x,
  • Wa Niyati Wa hajati …..( Sebutkan Khajat ) Alfatihah 3x, 7x, 41 x
  • Fatikah ditujukan untuk dirinya sendiri ( Ruh dan jasad kita )

PENGASIHAN ATAU MAHABAH MOHON JODOH

Assalamu’alaikum wr. Wb.

MAHABAH UNTUK MEMOHON JODOH

Apabila diantara keluarga kita ada yang sulit mencari jodoh, baik laki-laki ataupun perempuan, maka disini kami sampaikan  petunjuk doa Mahabah untuk meminang. Insya Alloh doa ini sangat mustajab dan telah terbukti manfaatnya bagi saudara-saudari yang ihlas dan yaqin mengamalkannya, alhamdulilaah terkabul hajatnya.

ADAPUN TATA CARANYA SBB :

NIAT MANDI BESAR :

BISMILAAHIRROHMANIRROHIIM

NIAT INGSUN ADUS KRAMAS ING DINO KELAHIRAN NGRESIK-I KOTORAN LAHIR LAN BATHIN KRONO ALLOH TA’ALA

NIAT PUASA :

BISMILAAHIRROHMANIRROHIIM

NIAT INGSUN POSO HARI KELAHIRAN KRONO ALLOH TA’ALA

TATA CARA / PETUNJUK  :

1.      Suci dari hadas, pada saat mulai puasa mandi besar dahulu.

2.      Puasa dimulai hari dan pasaran weton dan yang tidak naas diteruskan Pada Hari kelahirannya  sampai 7 hari kelahiran  berturut-turut, bila berhalangan bisa berhenti, setelah selesai dilanjutkan kembali

3.      Diamalkan mulai hari puasa pertama pada malam hari jam 12,00 wib, sampai 7 hari kelahiran secara istiqomah.

4.      Melaksanakan Sholat malam : a. Sholat taubat, dan Hajat,  b. Dzikir Pembukaan ( Awal dan iringan ) c. dan Dzikir amalan yang di Riyadhohi

5.      Selesai Sholat Fardlu :  Setelah Magrib, Subuh, Isya dan Asar  ( kalau ada kesempatan ) perbanyak Dzikir / mengaji seperti baca : tasbih, istigfar sholawat dll.

6.      Hendaknya kita Yaqin bahwa Alloh mengabulkan, harus percaya bahwa hakekat kekutan, kehagungan semuanya  milik Alloh, dan atau selalu pasrah hati kita kepadaNya.

7.      Konsentrasi memusatkan pikiran dan perasaan dengan bathin ingat pada Alloh dan melepaskan pikiran, angan2, hayalan yang semrawut

8.      Menjaga perilaku yang menimbulkan dosa dan  sungguh 2 menjahui larangan Alloh dan gemar beramal meski sedikit namun ihlas serta suka menolong pada sesama baik mendapat imbalan jasa ataupun tidak.

9.      Berusaha mengendalikan nafsu, baik yang melalui panca indra maupun anggota jasmani yang lain

10.  Mengendalikan emosi atau tidak pemarah, tidak takabur ( sombong ), riya’ ( pamer ), tidak ujub ( membanggakan diri ), menghilangkan sifat dengki, jahil, usil,  rakus, tamak, su’udon ( buruk sangka ) pada yang lain, dan membersihkan hati dari sifat ghilin ( tercela ) dari penyakit hati karena nafsu angkara ataupun  pengaruh bisikan syaiton.

11.  Menghiasi jiwa raga dengan alhlakul karimah atau sifat – sifat yang terpuji.

12.  Selalu sabar, tawakal, beryukur akan nikmat yang kita terima dan banyak tafakur dengan memuji kebesaran Alloh azza wa jalla

Syukuran atau selamatan dengan 1 pasang wangkal ( piasng dempet  ) dicampur dengan 6 warna pisang lain sehingga menjadi 7 warna,

Dengan bubur merah dan putih, tolak balak, dan nasi golong. Nasi kabuli dengan niat semoga terkabul cepat mendapat jodoh.

DZIKIR DAN DO’A

1. Macam sholat ( diamalkan tengah malam )

a. Sholat Taubat 2 Roka’at

b. Sholat Syukur 2 Roka’at

c. Sholat Khajat 2 Roka’at

2.  Dzikir Awal   :

Sesudah melaksanakan 3 macam sholat,

a. Hadiah fatikah sebagaimana di Ilmu Ghoib Asmaaul Husna :

-  Pada poin no : 4 ditambah

Khususon Sayyidina Sheh Abdul  Qodir Jaelani,  Sheh Maulana Ibrohim Asmoro Qondi, Wali Songo dan  Wali Yulloh Mhah Buyut Suro Sendi.

-  Setelah No. 5  ditambah No. 6, 7 dan 8  sebagai berikut.

No. 6. Ila khodroti ruhi ustadina Sheh Muhtarulloh al Mujtaba wa  Ky. Hamim, Ky Abd Ghofur, Mbah Ali,  Ustadz,Wid Jabat al fatikah

No. 7. Ila khodroti jami’il ahli kubur al atikah

No. 8. Wa ila khususon hajat : Ya Alloh kulo nyuwun rohmad, barokah,   lan Ridlo panjenengan supados terkabul panyuwun kulo. Baca 7 x

b.  Istigfar, sholawat, DZIKIR  -LAILAHAILALLOH ( sebagaimana di Asmaaul Husna the best  )

2,  Dzikir iringan  :

a. Surat Ihlas  3x, Surat Falaq 3x, Surat Annas 3x,

b. Tasbih 10 X

c.  La illa haila anta subhaanaka inni kuntu minadl dlolimiin 21 X / 41 x

d. Allohumma sholi ala sayyidina Muhamadin  wa ala alihi  washohbihi  wasalim 11x atau  x 21x atau 41 x atau 100 x

3.  Dzikir INTI Riyadhoh :

A. Bismilahirrohmanirrohiim

Yaa Alloh Ya Robbi, Sarono kehagungan, Rohmat lan Ridlo Panjenengan, Ingsun nyuwun kabul panyuwun kawulo  1 x

1.  Yaa  Allooh Yaa Rohmaan  Yaa Rohiim  33 x / 66  x

2.  Yaa  Allooh Yaa Ooriib  Yaa Mujiib  33 x / 66  x

3.  Yaa  Allooh Yaa Salaam    33 x / 66  x

B. Bismilahirrohmanirrohiim

Yaa Alloh Ya Robbi, Sarono kehagungan, kebesaran,  lan keajaibanipun Surat Alam nasyroh  Ingsun nyuwun  Ridlo Panjenengan, Ya Alloooh ingsun Yaqin qobul panyuwun kulo 1 x

1. Baca Surat Alam Nasyroh 152 x


alam nasyrah laka shadraka

1. Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?,


wawadha’naa ‘anka wizraka

2. dan Kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu,


alladzii anqadha zhahraka

3. yang memberatkan punggungmu [1585]?


warafa’naa laka dzikraka

4. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu [1586],


fainna ma’a al’usri yusraan

5. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,


inna ma’a al’usri yusraan

6. sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.


fa-idzaa faraghta fainshab

7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain [1587],


wa-ilaa rabbika fairghab

8. dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

2.  Surat al Al-Anfaal ayat 63 41 x


Wa-allafa bayna quluubihim law anfaqta maa fii al-ardhi jamii’an maa allafta bayna quluubihim walaakinna allaaha allafa baynahum innahu ‘aziizun hakiimun

63. Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman) [622]. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana.

C. ALLOHUMMAB ‘ATS BA’LAN SHOOLIHAL LIKHITH BATHI AU LIKHITH BATI   ….BINTI….. BIHAQQI KALAA MIKAL QODIIM WAROSUULIKAL KARIIM   WABI ALFI  LAHAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLAHIL ALIYYIL   AZHIIIM.  WASHOLLALLOHHU ‘ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHI WASHOH BIHI WASALLAM WAL HAMDU LILLAAHI ROBBIL  ‘ALAMIIN  3 x ( Sebagai do’a tujuan )

D. Sebagai penutup

Baca  Hamdallah, Do’a Sapujagat dan Sholawat Nabi  Saw.


AL HAMDU LILLAAHI ROBBIL ‘ALAMIIN

Posted : Widyaesmara

Kitab Referensi : Minhajul Abidin, Syamsyul ma’arif al kubro, dllnya

Alquran online = http://www.alquran-indonesia.com/


 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

1.     ALLAAHU = ALLOH, Lafadh asma ini disebut lafadh JALALAH dan juga disebut Ismu Dzat Yakni,  Dzat Ruh yang menciptakan bumi, langit dan seisinya, semua makhluk termasuk kita sebagai umat manusia, Dialah Dzat Yang mengeluarkan sekalian makhluk dari tiada menjadi ada, Dialah Tuhan ALLOH seru sekalian alam. . Khasiatnya Barangsiapa yang menbacanya 5000 kali tiap-tiap hari, denghan khusuk dan tadlarru’ lagi merendah diri pada Nya Insyaallah akan dikabulkan hajat kita, permohonan apa saja, termasuk akan dimurahkan rezekinya. Jika dibaca 66 kali sampai 66 hari, berdasarkan jumlah huruf abajadunnya : Alif = 1, Lam 1 =30, Lam 2 = 30, Hak= 5, Jumlah = 66, dibaca   setelah sembahyang fardhu, maka akan menjadi sebutan orang besar dan mendapat kebaikan yang banyak, akan tercapai maksudnya urusan dunia ataupun akherat.

2.     AR RAHMAANU = Yang Maha Pemurah, atau Artinya Kasih sayang kepada hambaNya didunia. Khasiatnya Barangsiapa yang mebacanya tiap-tiap selesai sembahyang fardu sebanyak 100 kali, Insyaallah ia akan terjaga dari sifat lupa dan lalai. Apabila dibaca 500 x setiap seusai sholat lima waktu, hasilnya akan lebih hebat,  maka hati kita yang sumpek, gelisah, sedih akan menjadi terang, akan mendapat hidayah Alloh, dan juga hilang sifat pelupa dan gugup kita, dan sebagainya atas izin Alloh ta’ala.

3.     AR RAHIIMU = Yang Maha Penyayang atau  Artinya Yang Kasih sayang kepada orang-orang mukmin pada hari Akhir. Khasiatnya Barangsiapa yang membacanya tiap-tiap hari sebanyak 100 kali, Insya Allah hatinya akan selalu mempunyai sifat kasih sayang pada sesama makhluk Allah s.w.t. juga siapa yang melihatnya akan timbul kasih sayang pada kita.  Apabila kita dibenci, dimusuhi atau yang lain dan tujukan pada seseorang tersebut dengan hati ihlas dan konsentrasi mohonlah pada Alloh supaya tunduk dan belas kasih pada kita, Insya Alloh akan dikabulkan permohonan kita.

4.     AL MALIKU = Yang Maha Merajai / Memerintah atau Artinya Yang Mempunyai Kerajaan. Khasiatnya Barangsiapa yang membacanya tiap-tiap hari sebanyak 121 kali diwaktu pagi hari dari pada fajar atau tergelincirnya, Insyaallah akan dikayakan dengan sebab atau jalan apapun  yang jelas  dengan pintu yang dibukakan oleh Allah s.w.t. baginya.. Namun demikian kitapun harus rajin bekerja dan berihtiyar sebagai jalan usaha lahiriah, dan bukannya berdoa saja tanpa melakukan upaya pekerjaan. .

5.     AL QUDDUUSU= Yang Maha Suci Khasiatnya Barangsiapa yang berzikir dengan khalimat ini pada tiap-tiap hari ketika tergelincir matahari sebanyak 100 kali, Insyaallah akan menjadi bersih hatinya, suci, dari rasa sombong, rakus, iri hati, dendam dan sebagainya,  dan barangsiapa yang berzikir 1000 kali, Insyaallah akan diselamatkan daripada bala’ dabn petaka.

6.     AS SALAAMU = Yang Maha Memberi Keselamatan Atau Artinya Sejahtera daripada kekurangan. Khasiatnya Apabila dibacakan kepada orang yang sakit kepala sebanyak 121 kali atau 136 kali dengan suara yang sekiranya dapat didengar oleh orang yang sakit dan dengan mengangkat kedua belah tangan, Insyaallah akan disembuhkan dengan khalimatNya selama tidak datang ajalnya atau dikurangkan daripada sakitmya.

7.     AL MU’MINU = Yang Maha Memberi Keamanan Atau Artinya Yang Mengimamkan hambaNya. Khasiatnya Apabila dibacakan akan khalimat ini sebanyak 136 kali oleh orang yang merasa ketakutan akan sesuatu, maka ia akan merasa aman dari apa yang ditakutkannya, dan apabila dibaca oleh orang yang beriman, diri kita, keluarga kita, harta benda kita akan aman maka ia akan diberikan keselamatan dan bertambah imannya.

8.      AL MUHAIMINU = Yang Maha Pemelihara Atau Artinya Yang Sangat Menyintai dan Memelihara. Khasiatnya Barangsiapa yang membacanya 100 kali selesai mandi dan berpakaian dalam keadaan suci, juga  setelah sembahyang sunat dua rakaat (terutama diwaktu tengah malam), Insyaallah akan dibersihkan dhahir dan batinnya dan tetap bercahaya hatinya, dan barang siapa yang membacanya sebanyak 145 kali setelah sembahyang Isyak, Insyaallah akan kuat khafazhnya ( tidak mudah lupa dalam menghafal atau mempelajari ilmu-ilmu agama atau yang lain )

9.     AL’AZIIZ = Yang Maha Kegagahan atau Artinya Yang Menyalahkan. Khasiatnya Barangsiapa yang berzikir sebanyak 40 kali tiap-tiap hari selama 40 hari dan yang lebih baik dibaca setelah sembahyang Subuh, maka  Insyaallah akan dimuliakan dan dikayakan oleh Allah s.w.t. dan tidak dihajatkan dia kepada seseorang dari makhlukNya.

10.  AL- JABBAARU = Yang Maha Perkasa atau Artinya Yang Sangat Gagah. Khasiatnya Barangsiapa yang berdzikir tiap-tiap hari sebanyak 206 kali atau 226 kali pada waktu pagi dan petang, Insya Allah tidak akan boleh orang yang zalim memusuhi kita, dan Allah s.w.t. akan membalas bagi orang zalim itu dengan siksa baginya,  musuh-musuh kita tidak akan berdaya terhadap kita walapun musuh-musuh telah mengancam kita, dan mereka akan tunduk. Karena sesungguhnya semua atas pertolongan Alloh semata.

11.  AL MUTAKABBIRU = Yang Maha Besar atau Artinya Yang Maha mempunyai Kebesaran.. Khasiatnya :

a. Lafadh ini mempunyai khasiyat yang amat besar dan banyak sekali,  jika kita meyakinnya. Barangsiapa yang berdzikir tiap-tiap hari sebanyak 662 kali, Insya Allah orang yang sombong atau takabur itu akan tunduk kepada kita, apalagi kalau dia memusuhi kita.

b. Kemudian jika kita membaca Lafadh Yaa Mutakabbir sebanyak 662 kali,  kita baca sewaktu akan jimak atau bersetubuh dengan istri, sungguh jika akan menjadi anak nantinya akan dijadikan anak yang sholeh-sholehah.

c. Barang siapa menulis Yaa Mutakabbir pada pintu gerbang tanda masuk kota atau desa, atau kebun atau rumah dan lainnya,  sebanyak 94 kali, pada pukul 7, di hari Jum’at, maka ditempat tersebut atas berkah keajaiban asma Yaa Mutakabbir akan dilindungi Alloh dari segala bentuk kejahatan

d. Juga bila senantiasa dibaca asma tersebut maka ia memperoleh kebesaran dan apa yang diucapkan akan menjadi kenyataan.

12.  AL KHAALIQU = Yang Maha Pencipta atau Artinya Yang Menciptakan MakhlukNya. Khasiatnya :

a. Lafadh ini sangat baik diwirid oleh para pegawai, para arsitek,  para designer karena akalnya dikaruniai hidup dan selalu tumbuh krteatifitasnya, juga bila ada orang yang bebal, tumpul otaknya, lamban berfikirnya maka bacalah Yaa Khooliqu sebanyak 731 x dengan istiqomah, Yaqinlah dan mohon yang sungguh-sungguh maka Fa Insya Alloh akan cepat faham, terang hati dan cerdas

b. Barangsiapa yang berdzikir Yaa Khooliqu waktu tengah malam sebanyak 731 kali, Insya Allah akan diterangkan hatinya dan dirinya,

c. Barangsiapa yang kehilangan barang atau harta bendanya supaya ketemu atau kembali maka lakukanlah sholat sunat 2 rokaat dan bacalah Yaa Khooliqu sebanyak 5000 kali, memohonlah supaya ketemu dan cepat kembali,  Insya Allah ia akan didatangkan dengan perintah Allah s.w.t. atau barangnya akan cepat ketemu.

d. Bila ada keluarga  yang ditinggalkan kekasihnya, atau seseorang yang meninggalkan rumah tanpa pamit, tak usah bingung dan susah hati, maka bacalah Yaa Khooliqu sebanyak 5000 kali, Insya Allah ia akan datang dengan perintah Allah s.w.t.

e. Apabila ditulis Yaa Khooliqu pada sebuah cincin dan dibacakan 731 kali atau 5000 kali, dan dipakai kemudian berkumpul dengan istrinya, maka Inya Alloh dikaruniai dapat mengandung.

13.  AL BAARI-U = Yang Maha Melepaskan atau Artinya Yang Menerbitkan Makhluk Membuat,  Membentuk,  Menyeimbangkan. Khasiatnya :

a. Barangsiapa yang berdzikir Yaa Baariu pada siang hari sebanyak 100 kali, Insya Allah ia akan selamat dari kebinasaan dan tidak akan merasa takut ia didalam kubur,

b. Barangsiapa yang apabila dibacanya pada malam hari selama 7 malam berturut-turut dan pada tiap-tiap malam dibaca Yaa Baariu 100 kali, Insyaallah akan disembuhkan segala macam penyakit dalam tangannya atas izin Alloh swt. kalau dia seorang dokter, petugas kesehatan, tabib, dllnya. Insya Alloh pasien atau orang yang berobat akan diberikan kesembuhan oleh Alloh swt.

c. Barang siapa selalu membaca Yaa Baariu maka Alloh akan menambah ilmu pengetahuan sesuai dengan bidangnya, Dan juga cocok bagi karyawan, pekerja berat atau yang lainnya.

d. Apabila kita ada kesulita atau kesukaran dam problem aoapun bacalah Yaa Baariu 100x, Insya Aooh akan segera dilepaskan dari belenggu tersebut.

14.  AL MUSHAWWIRU = Artinya Yang Merupakan Makhluk. Khasiatnya

a. Barangsiapa yang berdzikir sebanyak Yaa Mushowwiru 336 kali atau lebih, maka Insyaallah akan menjadi baik segala perbuatannya atas apa yang dikerjakannya, Apabila senantiasa membaca dengan hal ihwal yang bagus ( niat ihlas mencari Ridlo Alloh ), maka akan di ilhami suatu gambaran atau selalu kreatif dan inovatif dalam kerjanya. Apalagi mereka yang bekerja dan berkaitan dengan garis-garis penggaris, desaign grafis, atau bentuk-bentuk sesuatu,  perancang,  pelukis, pengrajin dsbnya.

b. Barang siapa menulis pada permata, cincin yang berwarna putih (seperti mutiara) dan dibacakan asma Yaa Mushowwiru 336 kali,bila dipakai maka apa yang dikerjakan tidak mengalami  kerusakan ,dimudahkan oleh Alloh swt.

c. Apabila ingin segera punya anak, padahal lama belum dikaruniai, maka cobalah istri kita untuk berpuasa selama 7 hari berturut-turut, dimulai hari Ahad (minggu), bacalah istri kita asma Yaa Mushowwiru 21 kali pada air dingin saat mau berbuka, dan suruhlah meminumnya. Pada saat puasa 7 hari tersebut, malam harinya janga terlalu banyak makan, pada saat berbuka jangan terlalu kenyang ( secukupnya saja ). Dan Untuk sang suami puasanya cukup 3 hari saja, juga ambil air dingin dan dibaca 21 kali, diminum saat berbuka puasa. Jangan lupa saat berkumpul sebelum nya baca Yaa Mushowwiru 10 kali. Insya Alloh dikabukan hajatnya.

15.  AL GHAFFAARU = Yang Maha Pengampun atau Artinya Sangat Mengampuni. Khasiatnya :

a. Barangsiapa yang berdzikir Yaaa Ghoffaru 100 kali sambil mengiringi sembahyang Jum’at, Insya Allah zahir baginya akan mendapat keampunan.

b. Apabila ditulis di lempengan / lembaran timah, waktunya pada malam terakhir bulan hijriyah / qomariyah  dan dibacakan Yaa Ghoffaru 1281 kali, maka bila ada orang yang mendholimi atau berbuat jahat, akan dibutakan matanya oleh Alloh.

c. Apabila ingin mengunjungi sesuatu yang benar ( hak ), karena dihalangi lawan sehingga tidak bias masuk,  maka bacalah asma Yaa Ghoffaru sebanyak-banyaknya,  Bi qudrotilah kita akan dapat mengunjunginya.

16.  AL QAHHAARU = Artinya Yang Sangat Keras. Khasiatnya

a. Apabila dibaca tiap-tiap hari dan malam sebanyak Yaa Qohharun 306 kali atau lebih, Insyaallah keluar dari hatinya terlepas dari cinta dunia dan terlepas perasaan bimbang, kebesaran barang lain daripada Allah s.w.t. yang dhahir baginya pertolongan Allah s.w.t. serta memperoleh kemanangan atas musuh-musuhnya.

b. Barangsiapa yang adanya hajat lalu berzikir Yaa Qohharun 1000 kali kemudian mengangkat kedua tangannya dan membuka akan kepalanya, Insyaallah ditunaikan hajatnya.

c. Barang siapa menulis asma Alloh Yaa Qohharun lalu dibacakan asma pada sebuah cincin lalu dipakainya, maka apabila berdebat selalu menang  dengan berbagai argumentasinya, juga bagus sekali untuk wirid bagi orang yang ingin mengekang hawa nafsunya. Juga bagus untuk dibaca bagi orang yang bernama Abdul Qohhar.

17.  AL WAHHAABU = Artinya Yang Sangat Memberi. Khasiatnya :

a. Apabila kita dalam keadaan kesulitan, baik dalam masalah-masalah rumah tangga, perdagangan, maupun kita sebagai pemimpin desa, dimana kita ada kesulitan dalam memimpin masyarakat kita. Maka kita tidak usah gentar hati atau panik, berusaha menghadapi dengan ketenangan, dan konsentrasikan hati kita kepada Alloh dengan wasilah dzikir Yaa Wahhabu sebanyak 300 kali setiap selesai dari mengerjakan sholat 5 waktu. Baik sholat dikerjakan dirumah atau di musholla/masjid. Maka akan terlihat hasilnya, jangan berhenti sebelum terbukti, jangan putus asa sebelum terasa dan terlaksana. Sebab Alloh melarang hambanya berputus asa dari RahmatNya.

b. Barangsiapa yang kekal mewiridkannya tiap-tiap hari atau tiap-tiap selesai sembahyang fardhu yang lima waktu Yaa Wahhabu sebanyak 300 kali atau lebih, Insyaallah akan dikabulkan dan hebat baginya kekayaan dan kebesarannya.

c. Barangsiapa mengekalkan membacanya pada rokaat yang kedua didalam sujud akhir diantara dua sujud sembahyang dhuha Yaa Wahhabu sebanyak 40 kali, Insya Allah dimudahkan baginya kekayaan rizki yang mudah dan hebat.

d. Barang siapa menulis diatas kertas dan diasma’kannya  Yaa Wahhabu lalu dibawanya maka akan diberikan kelonggaran rizki oleh Alloh swt. Dan juga akan terkekang hawanafsunya. Namun harus diniati karena semua pertolongan Dzat Alloh semata, sedangkan  kertas dan tulisan hanya perantara atau media saja.

18.  AR RAZZAQU = Artinya Yang Sangat Memberi Rezeki. Khasiatnya :

Lafadh ini mengandung khasiyat yang hebat dan besar sekali, bagi siapa yang mau mengamalkannya dan meyakininya, adalah sebagai berikut :

a. Barangsiapa yang mengekalkan membaca tiap-tiap hari Yaa Razzaqu 308 kali, Insya Allah ditunaikan hajatnya kepada raja dan pemerintah dan jika hendak  akan dimarahi tidak akan terjadi,  apabila ia dituntut Insya Alloh akan selamat.

b. Dan apabila berdzikir Yaa Razzaqu 17 kali, Insyaallah ditunaikan hajatnya dan barangsiapa yang berzikir sebanyak Yaa Razzaqu 20 hari berturut-turut dan tiap-tiap hari 20 kali pada pagi sebelum makan dan minum, Insya Allah akan diberikan padanya faham yang dalam dan sempurna.

c. Asma Alloh Ar Razzaqu adalah dzikirnya Malaikat Mikail as. Seseorang yang dzikir asma ini niscaya akan dimudahkan makan dan minumnya oleh Alloh ( tanpa harus bersusah payah mencarinya )  begitu pula rizqinya mudah di dapat.

d. Usahakan sebelum sholat shubuh, untuk berdiri diarah sebelah kanan didalam rumah anda dengan menghadap qiblat dan bacalah Yaa Rozzaqu 10 kali, lalu anda pindah ke sebela kiri dalam rumah dengan menghadap qiblat dan bacalah  Yaa Rozzaqu 10 kali, kemudian  beridirilah maju ke depan dan baca lagi lafadh Yaa Rozzaqu sebanyak 10 x sambil menghadap qiblat, lantas yang terakhir mundurlah anda kebalakang berdiri menghadap ke arah qiblat dan baca lagi lafadh ”Ya Rozzaq” 10 kali.  Dengan tata cara demikian ini, jika anda lakukan setiap akan shalat shubuh, niscaya anda akan merasa kagum dan heran dengan izin Allah swt., karena Rizki anda datangnya tidak disangka-sangka  dan tak terduga. Silakan anda mencobanya, percayalah kepada diri anda dan kepada Allah .

e. Sama pada poin a hanya berapa kali dibaca tidak terbilang, Kalau kita menginginkan agar hati kita menjadi terang dan ingin kecerdasan berfikir, maka akan setiap makan kita baca : “Ya Rozzaq” itu pada kita makan pagi dan sore. Berkat khasiatnya dan dengan izin Allah maka fikiran kita menjadi cerdas dan hati kita menjadi terang.

f. Barang siapa menulisnya pada cincin lalu mengasmainya Ya Rozzaq, kemudian selalu membacanya pada malam Nisfu Sya’ban, maka pada tahun itu dikaruniai rizqi melimpah. Asma ini sangat cocok juga dan bagus di wiridz bagi orang yang bernama Abdur Razzaq

19. AL FATTAHU= Artinya Yang Membuka Khazanah Rahmat. Khasiatnya :

a. Apabila dibaca tiap-tiap selesai sembahyang Subuh Yaa Fattahu sebanyak 71 kali dengan kedua tapak tangan diletakkan diatas dada, Insyaallah hatinya akan bersih dan bercahaya, dimudahkan segala pekerjaan dan urusan serta keluar cinta dunia dari hatinya.

b. Barang siapa banyak membaca Yaa Fattahu, maka Alloh membukakan pintu tujuannya, dan bagus sekali bagi orang yang mulai suatu pekerjaan, dalam masa pekerjaannya ataupun usai melaksanakan pekerjaan.

c. Barang siapa menulis asma Alloh Yaa Fattahu di atas kepingan emas, maka yang membawanya tidak akan kesulitan apapun, dengan syarat puasa 1 hari dan sholat 2 rokaat, lalu dengan membaca tasbih : “ SUBBUHUN QUDDUSUN ROBBUL MALAIKATI WARRUH “ 7 Kali sebelum membaca fatikah, dan 7 kali sesudah membaca fatikah, begitu pula pada waktu rukuk dan sujud membaca tasbih tersebut 7 kali. Lalu memohon kepada Alloh apa yang diperlukan Insya Alloh dikabulkan. 

20.  AL’ALIIMU = Artinya Yang Maha Mengetahui. Khasiatnya :

a. Barangsiapa yang berdzikir tiap-tiap setelah selesai sembahyang lima waktu Yaa Aliimun sebanyak 100 kali, atau ditambah “ YAA ‘ALIIMUL GHOIBI WASY SYAHADAH “ 100 Kali Insya Allah akan mendapatkan ilmu ma’rifat dan kasyaf serta iman yang sempurna, berbicara dengan penuh hikmat, juga Alloh akan memberi segala sesuatu yang sulit diketahui baik dhohir maupun yang ghoib.

b. Barang siapa menulis asma Alloh Yaa Aliimun diatas lembaran seng dan setelah itu digulung, kemudian dibawa maka mampu berbicara dengan penuh hikmat, serta dikaruniai ilmu pengetahuan yang tinggi, dan baik ilmu yang sudah diketahui maupun ilmu yang belum diketahui.

c. Barang siapa menulisnya Yaa Aliimun di lembaran perak lalu dibawa, maka Alloh mengkaruniai pemahaman tentang ilmu syari’at, dan bagus untuk wirid bagi orang yang bernama Isa atau Sulthon.

d. Barang siapa mampu memahami rahasia  Asma Yaa Aliimun maka semua makhluk tunduk kepadanya. Semua programnya dapat berjalan dengan lancar dan dilindungi Alloh dari semua cobaan dan segala sesuatu yang tidak di inginkan.

21.      AL QAABIDHU القابض Artinya Yang Menggenggam, Menyempitkan Rezeki dan Menguranginya bagi seseorang yang disempitkan. Khasiatnya :

a. Apabila dibaca setiap hari sebanyak 100 kali, Insyaallah akan terhindar dari pengancaman, atau akan dianiaya orang, baik tindakan atau perbuatan yang halus atau kasar. Atau bias juga ditingkatkan dzikir kita Yaa Qaabidhu  1000 Kali. Niscaya berkat khasiyatnya dan berkat pertolongan Alloh kita akan terhindar dari ancaman kedholimannya.

b. Barang siapa banyak menyebut: Asma Allah  “Qaabidhun”  maka mempeoleh kehormatan dan kewiban, tak seorang mampu duduk bersamanya (karena rasa takut terhadapnya),

c. Jika kita tidak menginginkan sakit selama-lamanya atau menginginkan agar terhindar dari kelaparan, maka tulislah lafadh Yaa Qoobidlu sebanyak 40 kali pada sepotong roti selama 40 hari, dan makanlah roti itu.

d. Barang siapa  menulisnya pada lembaran timah dengan membaca asma tersebut 903 (Sembilan ratus tiga kali) di teruskan pada do’a maka dikabulkan Allah.

e. Asma Allah “Qaabidun” termasuk asma Allah yang di pakai dzikir oleh Malaikat Izrail.

Barang siapa banyak mebaca asma Allah “Qaabidhun” maka semua makhluk memperhatikanya sehingga tahu pengaruh terhadap mereka. Jika kita ingin bertakarrub kepada Alloh, maka cobalah baca Yaa Qoobidlu 100kali  secara istiqomah.

22.      AL BAASITHU الباسط Artinya Maha Melapangkan. Khasiatnya :

a. Barang siapa membaca asma Allah “Yaa Baasithun” maka apabila takut akan hilang kesedihanya. Juga apabila rezqinya  kurang  akan di beri kelonggaran rizki oleh Allah, dan semua makhluk tunduk kepadanya.

b. Barang siapa menulis asma Allah “Yaa Baasithun” pada sebuah cincin, pada pagi hari Jum’at lalu di bawa, maka banyak mengalami kegembiraan dan di senangi setiap orang yang memandangnya.

c. Barang siapa mengalami kesulitan, kemudian membaca asma Allah “Baasitun” maka mengaruniai rizki yang melimpah dan ilmu pngetahuan yang luas.

d. Kalau kita dzikir Yaa Baashithu 10 kali sepanjang masa setelah sholat sunat Dhuha, niscaya Alloh berkenan melapangkan rizki kita dan bertambah ilmu kita.

e. Jika kit abaca asma Yaa Baashithu 300 kali, dengan mengangkat kedua tapak tangan kita lalu kita usapkan kemuka kita, Niscaya Alloh membukakan pintu kekayaan kepada kita.

f. Asma Allah “Yaa Baasithun” ini termasuk asma yang di pakai dzikir oleh malaikat Israfil as. Asma Allah Yaa Baasithun bagus sekali untuk dzikir bagi orang bernama Mahmud.

23.      AL KHAAFIDHU الخافض  Artinya Yang Menurunkan. Khasiatnya :

a. Apabila diamalkan setiap hari dalam keadaan khusyuk dan bersih (berwuduk) “Yaa Khaafidhun” sebanyak 500 kali pasti dijatuhkan martabat musuh atau lawan penentangnya akan jatuh morilnya, dan tak akan berdaya lagi. Serta dikabulkan permohonan hajatnya.

b. Asma Allah “Yaa Khaafidhun” baik sekali untuk memberi pelajaran kepada orang dhalim, yaitu dengan cara membaca asma tersebut sebanya 1581 (seribu limaratus delapan puluh satu) dikalikan dengan nama orang yang dhalim. Pada tengah malam maka orang tersebut mengalami kerusakan.

24.      AR RAAFI’U الرافع  Artinya Maha Mengangkat. Khasiatnya :

a. Apabila dibaca setiap hari terutama pada malam hari sebanyak “Yaa Rafi’un” 70 kali, Insya Alloh hartanya, rumahnya, tokonya, sawahnya, kebunnya  dll  akan dijaga dari pencuri, perompak, penipuan dan sebagainya.

b. Barang siapa banyak membaca asma Allah “Yaa Rafi’un” maka Allah memberi kemudahan kepadanya, naik pangkatnya dan semakin di kenal orang apabila dia menjadi seorang pemimpin maka menjadi pemimpin yang adil dalam semua kegiatan.

25.      AL MU’IZZU المعز Artinya Maha Menang dan memberi kepada yang dikehendakiNya. Khasiatnya :

a. Untuk menumbuhkan kewibawaan orang banyak apabila dibaca setiap hari “Yaa Mu’izzun “ sebanyak 140 kali. Waktunya dimalam hari Jum’at, atau di malam hari Senin setelah mengerjakan sholat Magrib. Insya Alloh hasilnya akan dapat kita lihat dengan hebat sekali dihati insan. Kita akan merasakan keajaiban Alloh menyatu dalam Rohani kita.

b. Barang siapa banyak menyebut asma Allah Yaa Mu’izzun kalau dia orang rendah martabatnya  maka menjadi mulya. Kalau tidak jelas pada suatu masalah maka menjadi jelas.

c. Asma tersebut sangat bermanfaat sekali untuk menghilangkan tabi’at yang kurang baik.

d. Barang siapa menulis asma Allah “Yaa Mu’izzun “ pada sebuah cincin lalu di pakai maka disegani masyarakat dan di takuti oleh orang-orang yang keras hatinya.

Asma tersebut adalah merupakan dzikir yang paling besar untuk mukmin.

Khutbah hari Raya Iedul Adha dalam Bahasa Jawa

Disampaikan tanggal 17 November 2010 atau 10 Dzulhijah 1431 H

Judul : “ SURI TAULADAN NABIYULLOH IBROHIM A.S. “

Mukodimah Khotbah

Khutbah 1

Allohu Akbar, Allohu Akbar,  Allohu Akbar, Wa lilaahil hamdu

Poro sederek kaum muslimin ingkang minulyo

Saking kolo wau dalu ngantos detik2 meniko, sakderengipun sholat ied, kito tansah ngumandangaken takbir, tahlil, lan tahmid kanthi mboten kendel2 ngumandangaken asmo Dzat engkang ageng, waosan2 meniko sae wonten ing griyo, wonten langgar, wonten masjid, wonten margi2 kalih keliling ing dusun utawi ing kito lan wonten ing panggenan sanes2 ipun.

Wonten mriko-mriki ka pirengaken suwanten takbbir ALLOHU AKBAR engkangartosipun Allooh moho Agung, dipun susul LA ILLA HA ILLALOOH ( artose : Mboten wonten pengeran ingkang wajib disembah kejawi Alloh ) lan dipun tutup waosan tahmid “ walillaahil hamdu (artose: Lan sedoyo puji namung kunjuk dumateng Alloh).

Poro sederek kaum muslimin ingkang minulyo

Kanthi takbir Allohu Akbar, Alloh ingkang moho Agung, kito tanamaken kehagungnipun Alloh ingkang agung utawi ageng bilih sanesipun Alloh meniko alit sanget.

Punopo tho ingkang kito bangga aken….nopo engkang arupi kekayaan sugih bondo donyo ?,  nopo kajibahan pangkat inggil soho kemewahan donyo ? ….nopo kepintiran ilmu pengetahuan utawi akal kito sing meraih prestasi, keahlian  utawi sukses angsal pangalembono ? …sedoyo namung alit lan mboten wonten artosipiun menawi dipun bandingaken kaleh ke ageganganipun Alloh azza wajalla. Kanthi mekaten mboten perlu kito bangga aken kekayaan sebab kekayaan meniko alit, mboten perlu kito nyombongaken pangkat sebab pangkat donyo meniko alit kemawon,  Mboten perlu mameraken kepinteran, prestasi, keahlian akal semata… sedoyo meniko alit menggahipun Alloh… ingkang moho pinter, moho sempuna, moho ageng namung ALLOH semata…..ingkang nitahaken jagad  namung Alloh – ingkang berhak dipun sembah LA ILLA HA ILLALLOH mboten wonten pengeran ingkang wajib disembah namung kajobo Gusti Alloh piyambak. Dados mboten wonten pengeran donyo brono, pengeran Pangkat, pengeran drajat lan kepinteran…sedoyo mboten kekal namung  akon2 menungsane piyambak lan ing titi wancine bakal wangsul ingkang gadah asline maleh, inggih meniko Alloh ta’ala. Piyambak e ingkang moho gadah keluwihan utaewi kang MOHO sedoyo ing alam donyo, moho sugih, moho pinter, moho kiyat, moho welas asih, moho suci lan lintu lintune. Sedoyo ingkang tansah lan patut dipuji Namung “ WALILAAHIL HAMDU “ Sedoyo puji kunjuk dumateng Alloh ilaahi robbi, piyambak e ingkang maringi kesugihan, nemtoaken gesangipun menungso, maringi pangkat, maringi kekiyatan , kesehatan, rizqi, kamulyan, lan sanesipun. Pramilo namung Alloh engkang berhak dipun pinuji

Allohu Akbar, Allohu Akbar,  Allohu Akbar, Wa lilaahil hamdu

Poro sederek kaum muslimin ingkang minulyo

Sayektosipun kito kedah ngertos sedoyo engkang wnten ing donyo meniko kagunganipun Alloh dados sifat ujub, takabbur utawi sombong ingkang ka golongaaken penyakit manah lan Alloh moboten kedugo dumateng tiyang kolowau. Kawuningono bilih tanpo pinaringan limpahan rohmatipun Alloh, kito mboten saget kempal nglampahi Shlolat Ied meniko,  keranten diparingi nikmat jasmani engkang arupi sehat mboten keadaan sakit, al hamdulilahi robbil alamin Kito saget ngrahosaken nikmatipun dedaharan, ayemipun piker nyimpen donyo brono katah, tapi sampun ngantos tumindak ujub utawi gumede, Dawuhipun Alloh :

“ A udzu billahi….Bismilahi…..”WAL LA TU SHO’UR HADDANKA LINNASI WA LA TAMSYI FIL ARLDHI MAROHAN INNALLOOHA LA YUHIBBU KULLA MUKHTALIN FAKHUUR ( AL LUQMAN 18 )

“ Lan umpumo siro ojo mlengosake pipi niro marang menungso ( kelakuan gumede ) lan ojo siro lumaku ing bumi kelawa umuk, saktemene Alloh iku ora remen,  marang kabeh wong kang umuk tur kumalungkung. ( Surah Al Luqman ayat 18 ) “

Poro sederek kaum muslimin ingkang minulyo

Kawuningono bilih sifat sombonmg, gumede, umuk ingkang comondok ing manahe tiyang-tiyang meniko sak leresepun prasaan ingkang kliru, nganggep dirinipun langkung sugih, mulyo, gagah, pinter, anggak lan lintu lintunipun, kados-kados namung piyambak-e engkang kagungan piyambak utawi  engkang andarbeni.  Padahal sak sekyektosipun ing ngajenge Alloh mboten wonten napa-napane. Keranten Sak leresipun hakekatipun  namung kejawi Alloh engkang gadahi Sifat meniko.

“ AL KIBRI YAA’U LIROBBANA SHIFATAM BIH, MAKHSHULATAN FATAJANNABHAA WATTAQI “

Artosipun : “ Kesombongan meniko sifat khusus kagunganipun Alloh, mongko tebihono sifat sombong lan taqwao siro  “

Milo  saking meniko, sumonggo kito tebih aken lampaha sifat sombong meniko, kanthi tumindak sopan ing sesrawungan, rukun sesame tetanggi, jagi silaturohmi, remen tegur sopo sesaminipun, entheng nglampahi kesahenan, peduli dating tiyang engkang mboten gadah, andhap ashor, mboten bedak-bedak aken sesame tetanggi, remen tulung tinulung, lan lintu lintunipun.

Kejawi meniko sumonggo kito tansah syukur dumateng gusti,  saking sedoyo anugerah engkang sampun  diparingi kagem kito. Monggo kito tasharuf aken rizki kito meniko dateng margi engkang dipun ridloni deneng Alloh,  Terutami ing dinten ingkang minulyo kados dinten meniko, kangge tiyang engkang kacekapan rizki dipun printahaken nindakaken Udh hiyah utawi nyembelih hayawan ternak, menggahipun lelampahan perintah  ibadah meniko diwastanai berkurban.  Rosullulloh ngendiko :

“ MANGKANA LAAHU SA’ATAN FALAM YADHHI FAL YAMUT  INSYAA A YAHUU DIYYA WA INGKANA SYAA ‘A NASHROONIYYA “

Artosipun : Sopo wonge kang kelapangan rizqi namung ora gelem qurban , mongko matine dewek e koyo dene matine wong yahudi utowo nashrani “

Mituriut riwayat sanes, Rosullullooh ngendiko :

“ MANGKANA LAAHU SA’ATAN FALAM YADHHI FALA YAQROBBANNA MUSHOLLANA

Artosipun : “Sopo wonge kang kelapangan rizqi namung ora gelem qurban , mulo ojo nganti sepisan-pisan nyedak-i panggonan sholat kito “

Ugi riwayat sanes ngendiko maleh :

“AL IN ALADH HIYATA MINAL A’MALIL MUNJIATI TUNJI SHOHIBAHAA MIN SYAROD DUNYA WAL AKHIROH “

Artosipun :” Mangertio saktemene qurban-qurban iku kalebu amal-amal panyelamet kang nylametake tindak-e soko elek-e donyo lan akherot “

Allohu Akbar, Allohu Akbar,  Allohu Akbar, Wa lilaahil hamdu

Poro sederek kaum muslimin ingkang minulyo

Sinarengan ibadah qurban puniko, sumonggo kito mriksani malih sejarah utawi pengorbananipun Nabiyulloh Ibrohim As, kanthi putranipun ingkang sanget dipun tresnani, inggih puniko Nabiyulloh Ismail As, Kados pundi agengipun pangorbanan kagem pengabdianipun dhumateng Alloh Ta’ala, Mboten namung qurban mragat ternak, namung panjenenganipun relo nyembelih / mragat putanipun Ismail demi nindak aken printah suci saking Alloh.

Nabi Ibrohim As dongo “ ROBBI HABLII MINASH SHOLIHIN “ Duh gusti pengeran kulo , mugi paduko maringi turunan ingkang sholeh dateng kawulo “ ( Surat asshoffat ayat 100 )

Sak lajenge keterangan wonten Surat  Ashoffat minongko lajenge kolo wau, Alloh dawuh engkang artosipun :

“ Ing kono banjur ingsun  ambe bungah ing dewek-e kelawan ingsun paring putro lanang kang sabar ( S Asshofat ayat 101), Bareng putrane yoiku : Ismail wis biso rumagang ing gawe ngrewangi Ramane, trus Ramane tutur : “He anak ku sak temene aku wus ngimpi ing sak jerone turu nyembeleh siro, siro mikiro kepriye mungguh panemu iro ?”. Putrane matur : “ Duh Romo, sumonggo panjenengan tindak-ake punopo ingkang sampun kadawuhaken, Insya Alloh panjenengan sumerep kulo puniko golonganipun tiyang sabar” (S. Assofat 102), Bareng sak karone wus podho sumarah marang Allloh, lan dewek –e am banting anak-e tibo mengkureb ( Arep di sembeh) (S Asshofat 103). Ing kono ingsun nimbali “ He Ibrohim “ (S. Sshoofat 104),  Temen siro wis ngestok ake wahyu sak jeroning impen ?, koyo mengkono ugo ingsun angganjari wong2 kang tumindak becik (Asshofat 105), Sak temene kang koyo mangkene iki cecobo kang nyoto (S Asshofat 106). Ingsun nebus anak-e Ibrohim mau kalawan nyembelih wedos gede ( S Asshofat 107 ). Lan Lelakone Ibrohim mau ingsun dadekake minongko tepo tulodho tumrap wong kang modo mikir(S Asshofat 108). Keslametaning Alloh tetep marang Ibrohim (S Ashoffat 109). Koyo mengkene ugo ingsun angganjar marang wong2 kang becik tindak-e (S  Asshofat 110)-à—-> SURAT ASSHOFFAT AYAT 101 NGANTOS 110

Makaten Alloh paring piwales pengorbananipun Ibrohim ingkang sampun pasrah nindakake perintahipun Allah. Mugi kedadosan ingkang sanget bersejarah saget kito dadosaken piwucal kagem berserah diri dumateng Allah lan berkorban minuju margi iingkang dipun ridhai

Allahu akbar, Allahhu akbar, Allahu akbar,

Sumonggo kito syukuri rawuhipun dinten mulyo puniko, inggeh puniko dinten persatuan umat. Persatuan umat kelebet ajaran islam, ingkang kedah dipun tindakaken sadinten-dinten. Contohe nipun ingkang paling caket, inggeh puniko sholat jama’ah lan dados puncak ipun pasemuan ageng umat islam wonten segenap penjuru donya, inggih puniko wulan haji kados wekdal puniko. Makempalipun umat islam saking penjuru donya wonten tanah haram, arupi satunggal bukti ajaran kesatuan wonten islam lan adat istiadat makempal, ngrawuhi panggilanipun Allah, bersimpuh lan sujud wonten ngarsani-PUN

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahhu akbar, wallilaahil hamd.

Dinten puniko dinten wonten tanah suci. Pisah kegem kundur wonten negeri piyambak-piyambak saksampunipun ngresiki jiwa lan fikiran, kanthi ngasto oleh –olek persatuan ingkang kokoh. Ibadah haji inggih puniko kewajiban lan panggilan Allah kagem umat islam ingkang sampun nindakake, kados firman Alloh Ta’ala;

“ WALLOHI “ALAN NAASI HIJJUL BAITI MANIS TATHOO’A ILAAHI SABIILA “ ( QS : Ali Imron 97 )

Allah majibake para manungsa kang sembada ( ngrgadi awake ), supaya pada nindakake ‘ibadah haji ing Baitulloh, Dene sing sapa kafir, saktemene Allah iku maha sugih saka wong ing alam kabeh” (QS.Ali ‘imron ; 97)

Temen kibahagian umat islam ingkang mampu nindak-ake panggilan Allah kanthi niyat nyempurnaken rukun islam ingkang gangsal perkawis. Tiyang tiyang-tiyang kolowau ngajeng-ngajeng  ridlanipun Gusti Allah, nyambut utawi mangayu bagyo Ditimbali Allah kanthi talbiyah, takbir lan tahmid;

“” LABAIKALLOHHUMA LABAIK, LABAIKA LAA SYARIKA LABAIK “”

“Kawulo sambut panggilan-MU Ya Allah Kawulo sambut panggilan-MU. Lan mboten wonten sekutu kagem panjenengan”

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahhu akbar, Wallilaahil hamd.

Kito kaum muslimin ingkang saweg nindaken ibadah haji, lan sedoyo kaum musim dening Allah di syarataken  sholat idul adha kados sakpuniko. Wonten puniko kita bershof-shof. Lurus, rapet, dipun niyati dening semangat lan roas persatuan sarto persamaan, ruku, sami ruku’, sujud sami sujud, lan lenggah sami lenggah wonten satunggal komando imam. Puniko ngajak kito supados wonten usaha lan perjuangan negak aken nyiar raken agami Islam, ambina Negara, umat lan bongso. Teguh bersatu, hati bulat, manunggal wonten satunggaling komando, mboten cerai berai, pantang pecah belah.

Negasaken Mbuktek aken bilih kasengsaraan umat kito krono perpecahan lan mamengsahan sesame sederek kito sedoyo. Penegasan puniko dados perhatosan ing wekdal-wekdal benjang. Dening puniko kito kedah manunggal kanthi nindakake lan mahami Islam dados ajaran ingkang lengkap. Pengalaman ing perang uhud kedah dados piwucal kagem kito, prajurit2 dipun tugassaken njagi pos lajeng dipun tilar kanti sembrono, sahinggo dipun isi lan di duduki mengsah sedoyo.

Allahu akbar, Allahhu akbar, Allahhu akbar, Wallilaahil hamd.

Kito saenipun gadahi romaos prihatin, bilih ujianipun Alloh dipun turunaken maleh arupi bencana alam kados wonten Yogya, Padang lan Aceh lan daerah-daerah sanesipun. Pepeling utawi pepenget punopo sejatosipun musibah engkang katampi dateng sederek kito gantos-gantos puniko ? Donyo brono nyowo sedoyo ical mboten  wonten  artose punopo 2……Monggo kito ngatahaken dedongo nyuwun pangapunten dumateng Gusti, menyadari sedoyo lelampahan gesang ingkang klentu, nyuwun supados mboten katambah musibah, balak lan bencana malih,  soho nyuwun perlindungan lan keslametan kito sedoyo. Amin. Mungkasi khutbah meniko monggo kito mendet suri tauladanipun Kanjeng Nabi Ibrohim lan Ismail As, engkang masrahaken jiwo lan rogo kangge ngabdi dating Gusti Alloh. Lan sumonggo mbok menawi wonten rizqi langkung kito nafkahaken kanti Ihlas dumateng sederek-sederek engkang wonten daerah-daerah sing nampi musibah. Mugi-mugi sedoyo amal ibadah kito di tampi deneng Alloh Ta’ala, Amin-amin-amin Yarobbal alamin.

KHUTBAH 2 : Penutup dan Do’a

Disampaikan oleh Ustadz Wid Jabat

ASMAAUL HUSNA


NAMA, LAFADH  DAN TERJEMAH

Telah diterangkan di atas tentang makna Asmaul husna, Asmaaul husna secara harfiah adalah asma ( bhs Jawa ) atau  nama-nama, sebutan, gelar Allah yang mulia, agung, indah,  baik  yang sesuai dengan sifat-sifat-Nya. Nama-nama Allah tersebut adalah milik Alloh azza wajalla,  itu merupakan suatu kesatuan yang menyatu dalam kebesaran dan kehebatan milik Allah. Karena keberadaan Alloh tidak bisa dikiaskan, disamakan dengan benda atau makhluk apapun. .

Para ulama mengatakan berbeda-beda tentang jumlah nama, ada yang menyebut 99, 100, 200, bahkan 1.000 bahkan 4.000 nama, namun menurut mereka, pada prinsipnya yang terpenting adalah hakikat Dzat RUH Allah SWT itu sendiri  yang harus dipahami dan dimengerti oleh orang-orang yang beriman kepada Alloh Swt. seperti Nabiyulloh Muhammad SAW. Dapat disimak berikut ini :

Konsep dasar dan Dalil

Kita harus menyadari bahwa akal pikiran kita sangatlah terbatas,  karena otak kita, jiwa kita, jasmani rohani kita adalah Alloh yang menciptakannya. Oleh sebab itu bahasan ini hanyalah pendekatan yang disesuaikan dengan konsep akal manusia belaka  yang sangat terbatas ini. Semua penelaahan kata yang ditujukan pada Allah harus dipahami dengan seksama, bilamana ada  perberbedaan hal tersebut adalah wajar-wajar saja dan perlu juga hati-hati dalam pengkajiannya. Karena perbedaan penafsiran dari para ulama’  itupun merupakan keterbatasan kita sebagai hambanya. Disamping itu yang pokok semua adalah Rohmatan lil alamin dimana kita diberikan akal fikiran yang bermanfat untuk bertafakur pada Nya. Berikut adalah beberapa terjemahan dalil yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits tentang asmaaul husna:

  • “Dialah Allah, tidak ada Tuhan/Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai asmaa’ul husna (nama-nama yang baik).” – (Q.S. Thaa-Haa : 8)
  • Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaa’ul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” – (Q.S Al-Israa’: 110)
  • “Allah memiliki Asmaaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama yang baik itu…” – (QS. Al-A’raaf : 180)
  • Dalil Allah itu tidak dapat dimisalkan atau dimiripkan, tercantum dalam surat Al-Ikhlas “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS. Al-Ikhlas : 1-4)

ASMAA, LAFADH DAN TERJEMAH

NO NAMA  ( LATIN INDONESIA ) NAMA HURUF  ARAB TERJEMAH  BHS INDONESIA TERJEMAH  BHS INGGRIS
1 Allaah

الله

Allah Allah
2 Ar Rahmaan

الرحمن

Yang Maha Pemurah The All Beneficent
3 Ar Rahiim

الرحيم

Yang Maha Penyayang The Most Merciful
4 Al Malik

الملك

Yang Maha Merajai / Memerintah The King, The Sovereign
5 Al Quddus

القدوس

Yang Maha Suci The Most Holy
6 As Salaam

السلام

Yang Maha Memberi Keselamatan Peace and Blessing
7 Al Mu`min

المؤمن

Yang Maha Memberi Keamanan The Guarantor
8 Al Muhaimin

المهيمن

Yang Maha Pemelihara The Guardian, the Preserver
9 Al `Aziiz

العزيز

Yang Maha Kegagahan The Almighty, the Self Sufficient
10 Al Jabbar

الجبار

Yang Maha Perkasa The Powerful, the Irresistible
11 Al Mutakabbir

المتكبر

Yang Maha / mempunyai Kebesaran The Tremendous
12 Al Khaliq

الخالق

Yang Maha Pencipta The Creator
13 Al Baari`

البارئ

Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan) The Maker
14 Al Mushawwir

المصور

Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya) The Fashioner of Forms
15 Al Ghaffaar

الغفار

Yang Maha Pengampun The Ever Forgiving
16 Al Qahhaar

القهار

Yang Maha Memaksa The All Compelling Subduer
17 Al Wahhaab

الوهاب

Yang Maha Pemberi Karunia The Bestower
18 Ar Razzaaq

الرزاق

Yang Maha Pemberi Rejeki The Ever Providing
19 Al Fattaah

الفتاح

Yang Maha Pembuka Rahmat The Opener, the Victory Giver
20 Al `Aliim

العليم

Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu) The All Knowing, the Omniscient
21 Al Qaabidh

القابض

Yang Maha Menyempitkan (makhluknya) The Restrainer, the Straightener
22 Al Baasith

الباسط

Yang Maha Melapangkan (makhluknya) The Expander, the Munificent
23 Al Khaafidh

الخافض

Yang  Merendahkan derajat The Abaser
24 Ar Raafi`

الرافع

Yang Meninggikan derajat The Exalter
25 Al Mu`izz

المعز

Yang Maha Memuliakan The Giver of Honor
26 Al Mudzil

المذل

Yang Maha Menghinakan The Giver of Dishonor
27 Al Samii`

السميع

Yang  Maha Mendengar The All Hearing
28 Al Bashiir

البصير

Yang Maha Melihat The All Seeing
29 Al Hakam

الحكم

Yang  Maha Menetapkan The Judge, the Arbitrator
30 Al `Adl

العدل

Yang Maha Adil The Utterly Just
31 Al Lathiif

اللطيف

Yang Maha Lembut The Subtly Kind
32 Al Khabiir

الخبير

Yang Maha Mengetahui Rahasia / waspada The All Aware
33 Al Haliim

الحليم

Yang Maha Penyantun The Forbearing, the Indulgent
34 Al `Azhiim

العظيم

Yang Maha Agung The Magnificent, the Infinite
35 Al Ghafuur

الغفور

Yang Maha Pengampun The All Forgiving
36 As Syakuur

الشكور

Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai) The Grateful
37 Al `Aliy

العلى

Yang Maha Tinggi The Sublimely Exalted
38 Al Kabiir

الكبير

Yang Maha Besar The Great
39 Al Hafizh

الحفيظ

Yang  Maha Menjaga The Preserver
40 Al Muqiit

المقيت

Yang Maha Pemberi Kecukupan The Nourisher
41 Al Hasiib

الحسيب

Yang Maha Membuat Perhitungan The Reckoner
42 Al Jaliil

الجليل

Yang Maha Mulia The Majestic
43 Al Kariim

الكريم

Yang Maha Pemurah The Bountiful, the Generous
44 Ar Raqiib

الرقيب

Yang Maha Mengawasi The Watchful
45 Al Mujiib

المجيب

Yang Maha Mengabulkan The Responsive, the Answerer
46 Al Waasi`

الواسع

Yang Maha Luas The Vast, the All Encompassing
47 Al Hakiim

الحكيم

Yang Maka Bijaksana The Wise
48 Al Waduud

الودود

Yang Maha Pencinta The Loving, the Kind One
49 Al Majiid

المجيد

Yang Maha Mulia The All Glorious
50 Al Baa`its

الباعث

Yang Maha Membangkitkan The Raiser of the Dead
51 As Syahiid

الشهيد

Yang Maha Menyaksikan The Witness
52 Al Haqq

الحق

Yang Maha Benar The Truth, the Real
53 Al Wakiil

الوكيل

Yang Maha Memelihara The Trustee, the Dependable
54 Al Qawiyyu

القوى

Yang Maha Kuat The Strong
55 Al Matiin

المتين

Yang Maha Kokoh The Firm, the Steadfast
56 Al Waliyy

الولى

Yang Maha Melindungi The Protecting Friend, Patron, and Helper
57 Al Hamiid

الحميد

Yang Maha Terpuji The All Praiseworthy
58 Al Mushii

المحصى

Yang Maha Mengkalkulasi The Accounter, the Numberer of All
59 Al Mubdi`

المبدئ

Yang Maha Memulai The Producer, Originator, and Initiator of all
60 Al Mu`iid

المعيد

Yang Maha Mengembalikan Kehidupan The Reinstater Who Brings Back All
61 Al Muhyii

المحيى

Yang  Maha Menghidupkan The Giver of Life
62 Al Mumiitu

المميت

Yang Maha Mematikan The Bringer of Death, the Destroyer
63 Al Hayyu

الحي

Yang Maha Hidup The Ever Living
64 Al Qayyuum

القيوم

Yang Maha Mandiri The Self Subsisting Sustainer of All
65 Al Waajid

الواجد

Yang Maha Penemu The Perceiver, the Finder, the Unfailing
66 Al Maajid

الماجد

Yang Maha Mulia The Illustrious, the Magnificent
67 Al Wahiid

الواحد

Yang Maha Tunggal The One, The Unique, Manifestation of Unity
68 Al Ahad

الاحد

Yang Maha Esa The One Only
69 As Shamad

الصمد

Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta The Self Sufficient, the Impregnable, the Eternally Besought of All, the Everlasting
70 Al Qaadir

القادر

Yang Maha Menentukan  / Menyeimbangkan The All Able
71 Al Muqtadir

المقتدر

Yang Maha Berkuasa The All Determiner, the Dominant
72 Al Muqaddim

المقدم

Yang Maha Mendahulukan The Expediter, He who brings forward
73 Al Mu`akkhir

المؤخر

Yang Maha Mengakhirkan The Delayer, He who puts far away
74 Al Awwal

الأول

Yang Maha Awal The First
75 Al Aakhir

الأخر

Yang Maha Akhir The Last
76 Az Zhaahir

الظاهر

Yang Maha Nyata The Manifest; the All Victorious
77 Al Baathin

الباطن

Yang Maha Ghaib The Hidden; the All Encompassing
78 Al Waali

الوالي

Yang Maha Memerintah The Patron
79 Al Muta`aalii

المتعالي

Yang Maha Tinggi The Self Exalted
80 Al Barri

البر

Yang Maha Penderma The Most Kind and Righteous
81 At Tawwaab

التواب

Yang Maha Penerima Tobat The Ever Returning, Ever Relenting
82 Al Muntaqim

المنتقم

Yang Maha  Penyiksa The Avenger
83 Al Afuww

العفو

Yang Maha Pemaaf The Pardoner, the Effacer of Sins
84 Ar Ra`uuf

الرؤوف

Yang Maha belas kasihan The Compassionate, the All Pitying
85 Malikul Mulk

مالك الملك

Yang Maha / Penguasa / memili Kerajaan The Owner of All Sovereignty
86 Dzul Jalaali Wal Ikraam

ذو الجلال و الإكرام

Yang Maha /Pemilik/ mempunyai Keagungan dan Kemuliaan The Lord of Majesty and Generosity
87 Al Muqsith

المقسط

Yang Maha Adil The Equitable, the Requiter
88 Al Jamii`

الجامع

Yang Maha Mengumpulkan The Gatherer, the Unifier
89 Al Ghaniyy

الغنى

Yang Maha Berkecukupan The All Rich, the Independent
90 Al Mughnii

المغنى

Yang Maha Memberi Kekayaan The most Give Properties.
91 Al Maani

المانع

Yang Maha Mencegah The most Prevent.
92 Ad Dhaar

الضار

Yang Maha Memberi Derita The most Give Distress
93 An Nafii`

النافع

Yang Maha Memberi Manfaat The most Give Benefit
94 An Nuur

النور

Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya) The most Give / The most Glow
95 Al Haadii

الهادئ

Yang Maha Pemberi Petunjuk The most Giver of Guide
96 Al Baadii

البديع

Yang Maha indah Tidak Mempunyai Banding The most respect Haven’T Compared to
97 Al Baaqii

الباقي

Yang Maha Kekal The most is Everlasting
98 Al Waarits

الوارث

Yang Maha Pewaris The most Heir
99 Ar Rasyiid

الرشيد

Yang Maha Pandai The most is Clever
100 As Shabuur

الصبور

Yang Maha Sabar
The most Patient

The most beautiful names belong to God, so call on Him thereby.
Those who believe, and whose hearts find satisfaction in the remembrance of GOD, for without doubt in the remembrance of God do hearts find satisfaction.

Nama yang paling indah adalah milik Allah, begitu panggilan pada-Nya demikian.
Mereka yang percaya, dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Tuhan, karena tanpa keraguan dalam mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram

Allah The God. The only one Almighty. He alone is worthy of worship. Al-Mubdi The Originator. He who creates all creatures initially without matter or model.
Al-Adl The Just. He who is Equitable. Al-Mughni The Enricher. The Sufficer.
Al-Aakhir The Last. Al-Muhaymin The Guardian. He who watches over and protects all things. (Helper in Peril)
Al-Afu The Pardoner. He who pardons all who sincerely repents. Al-Muhsi The Appraiser. He who knows the number of every single thing in existence, even to infinity.
Al-Alim The Knower of All. He who has full knowledge of all things. Al-Mu’id The Restorer. He who recreates His creatures after He has annihilated them.
Al-Ahad The One. The only one. Al-Mu’izz The Bestower of Honors. He who confers honor and dignity.
Al-Awwal The First. Al-Mujib The Responder to Prayer. He who grants the wishes who appeals to him.
Al-Aziz The Mighty & Strong. Al-Muqit The Nourisher. He who gives every creature it’s sustenance.
Al-Azeem The Magnificent. The Most High. He who is Most Splendid. Al-Muqaddim The Expediter. He who brings forward whatever He wills (Forewarner).
Al-Badi The Incomparable. He who is without model or match, and who brings into being worlds of amazing wonder. Al-Muqsit The Equitable One. He who does everything with proper balance and harmony.
Al-Ba’ith The Resurrector. He who brings the dead to life, and raises them from their tombs. Al-Muqtadir The Creator of All Power. He who disposes at His will even of the strongest and mightiest of His creatures.
Al-Baqi The Everlasting One. Eternal (in the future). Al-Mumit The Taker of Life. He who creates the death of a living creature.
Al-Bari The Maker of Order (Skilled Worker). O Evolver who created all things so that each whole and its parts are in perfect conformity and harmony. Al-Muntaqim The Avenger. He who justly inflicts upon wrongdoers the punishment they deserve.
Al-Barr Source of all Goodness. He who treats His servants tolerantly, and whose goodness and kindness are very great indeed. Al-Musawwir The Shaper of Beauty. He who designs all things, giving each its particular form and character (Sculptor).
Al-Basir The All-Seeing. To those who invoke this Name one hundred times between the obligatory and customary prayers in Friday congregation, Allah grants esteem in the eyes of others. Al-Muta’ali The Supreme One. He is exalted in every respect, far beyond anything the mind could possibly attribute to His creatures.
Al-Basit The Reliever (Uncloser). He who releases, letting things expand. Al-Mutakabbir The Majestic. He who demonstrates His greatness in all things and in all ways.
Al-Batin The Hidden One. He who is hidden, concealed. Al-Mudhill The Humiliator. He who degrades and abases.
Al-Dhar The Distresser The Creator of the Harmful. He who creates things that cause pain and injury. An-Nafi The Creator of Good. He who creates things that yields advantages and benefit.
Al-Fattah The Opener. He who opens the solution to all problems and makes things easy. An-Nur The Light. He who gives light to all the worlds, who illuminates the faces, minds and hearts of His servants.
Al-Ghaffar The Forgiving. He who is always ready to forgive. Al-Qabidh The Constrictor. He who constricts and restricts.
Al-Ghafur The Forgiver and Hides Faults. Al-Qadir The All Powerful. He who is Able to do what He wills as He wills (Providence).
Al-Ghani The Rich one. He who is infinitely rich and completely Independent. Al-Qahhar The Subduer. He who dominates all things, and prevails upon them to do whatever He wills (Dominant).
Al-Hadi The Guide. He who provides guidance. Al-Qawi The Most Strong.The Possessor of All Strength.
Al-Hafiz The Preserver. He who guards all creatures in every detail. Al-Qayyum The Self-Existing One. He who maintains the heavens, the earth, and everything that exists.
Al-Haiy The Ever Living One. The living who knows all things and whose strength is sufficient for everything. Al-Quddus The Pure One. He who is free from all errors.
Al-Hakim The Perfectly Wise. He whose every command and action is pure wisdom. Ar-Rafi’ The Exalter. He who raises up.
Al-Hakam The Judge. He who judges and makes right prevails. Ar-Raheem The All Compassionate. He who acts with extreme kindness.
Al-’Ali The Highest. The Exalted. Ar-Rahman The All Merciful. He who wills goodness and mercy for all His creatures.
Al-Halim The Forbearing. He who is Most Clement. Ar-Raqib The Watchful One.
Al-Hamid The Praisedworthy. All praise belongs to Him, and who alone do the tongues of all creation laud. Ar-Rashid The Righteous Teacher. He who moves all things in accordance with His eternal plan, bringing them without error and with order and wisdom to their ultimate destiny (Unerring).
Al-Haqq The Truth. He who’s being endures unchangingly. Ar-Ra’uf The Kind. He who is very compassionate (Indulgent).
Al-Hasib The Accounter. He who knows every details. Ar-Razzaq The Sustainer. He who provides all things useful to His creatures.
Al-Jabbar The Compelling. He who repairs all broken thing, and completes that which is incomplete. As-Sabur The Patient One. He who is characterized by infinite patience.
Al-Jaleel The Glorious. He who is Lord of Majesty and Grandeur. As-Salaam The Source of Peace. He who frees His servants from all danger.
Al-Jaame The Gatherer. He who brings together what He wills, when He wills, where He wills. As-Samad The Eternal. He who is the only recourse for the ending of need and the removal of affliction.
Al-Kabir The Greatest. He who supremely great. As-Sami The Hearer of All. Allah takes care of all the needs of those who invoke this glorious Name one hundred times.
Al-Karim The Generous. He whose generosity is most abundant. Ash-Shahid The Witness. He who is present everywhere and observes all things.
Al-Khabir The All Aware. He who has the knowledge of inner & most secret aspects of all things. Ash-Shakur The Rewarder of Thankfulness. He who gratefully rewards good deeds (Appreciator).
Al-Khafid The Abaser. He who brings down, diminishes. At-Tawwab The Acceptor to Repentance. He who is ever ready to accept repentance and to forgive sins (Relenting).
Al-Khaliq The Creator. He who brings from non-being into being, creating all things in such a way that He determines their existence and the conditions and events they are to experience. Al-Vakil The Trustee / Guardian. He who manages the affairs of those who duly commit them to His charge, and who looks after them better than they could themselves.
Al-Latif The Subtle One. He who knows the minutest subtleties of all things. Al-Vali The Protecting Friend. He who is a nearest friend to His good servants.
Al-Majid The Majestic One. He whose glory is most great and most high. Al-Wahhab The Giver of All. He who constantly bestows blessings of every kind.
Al-Ma’jid The Glorious. He, whose dignity and glory are most great, and whose generosity and munificence are bountiful. Al-Wahid The Unique. He who is Single, absolutely without partner or equal in His Essence, Attributes, Actions, Names and Decrees.
Al-Malik The Absolute Ruler. The Ruler of the entire universe (King of Kings). Al-Wajid The Finder. He who finds what He wishes when He wishes (Perceiving).
Malik-ul-Mulk The Owner of All. The King of the Kingdom. Al-Wadud The Loving One. He who loves His good servants, and bestows his compassion upon them.
Al-Mani’ The Preventer of Harm. The Withholder. Al-Wali The Governor. The Protecting Friend. He who administers this vast universe and all its passing phenomena.
Al-Momin The Inspirer of Faith. He who awakes the light of faith in our hearts. Al-Wasi’ The All Comprehending. He who has limitless capacity and abundance.
Al-Mateen The Firm. He who is very steadfast. Al-Warith The Inheritor of All. He who is the Real Owner of all riches.
Al-Muhyi The Giver of Life. He who confers life, gives vitality, revives. Az-Zahir The Manifest One. He who is Evident.
Al-Mu’akhkhir The Delayer. He who sets back or delays whatever He wills. Zal-Jalali-
Wal-Ikram
The Lord of Majesty and Bounty. He who possesses both greatness and gracious

FADHILAH DAN KHASIYAT  simak halaman berikutnya…

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.